Konsep pembangunan ekonomi hijau sangat relevan menjadi titik tolak pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim). Alasan mendasarnya yakni, pertama, konsep ini memberikan peluang kepada daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang adil, khususnya mengenai hubungan keuangan dan pemanfaatan sumber daya alam, baik dengan pemerintah pusat maupun antar pemerintahan daerah lainnya.
Kedua, konsep ini berpihak kepada prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengambil manfaat ekonomis dari sumber daya alam yang besar dengan tetap menjaga keberlangsungan fungsi ekologis. Dalam penerapan konsep ekonomi hijau, pemerintah daerah kalimantan timur harus mendesak pemerintah pusat untuk membagi manfaat yang lebih berimbang dan membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kalimantan timur.
Konsep pembangunan ekonomi yang tidak hanya menghitung hasil yang akan diperoleh namun juga memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan atau biaya lingkungan yang harus ditanggung harus menjadi pijakan pembangunan. Karena langkah ini menjadi bagian penyelamatan generasi mendatang dengan mengelola sumber daya alam secara bijaksana.
Hanya saja terlihat implementasi konsep pembangunan ekonomi hijau terkesan setengah hati. Karena masih terlihat kebijakan yang diambil masih menjadikan output ekonomis sebagai pertimbangan utama dan kadang lupa menghitung kerusakan lingkungan yang diakibatkannya. Maka dari itu kebijakan dan strategi pembangunan daerah harus diarahkan dan diorientasikan kepada pembangunan yang berkualitas.
Dikutip dari facebook H.Irwan




Recent Comments