Sai Antara Safa & Marwah
Subuh nan syahdu hampir berlalu. Sebentar berganti fajar nan indah. Teringat satu kisah besar dalam Islam, tentang Sai antara Safa dan Marwah.
Sai itu bukan tentang kemewahan.
Bukan tentang simbol status.
Bukan tentang tampilan luar.
Sai adalah tentang lari kecil seorang ibu, Siti Hajar, bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah. Demi mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail.
Tidak ada karpet merah.
Tidak ada kendaraan mewah.
Yang ada hanya ikhtiar, kesungguhan, dan tanggung jawab.
Dan dari lari yang sederhana itu. Lahirlah Zamzam. Lahir keberkahan.
Marwah, dalam bahasa Arab, juga berarti harga diri, kehormatan.
Tapi kehormatan itu lahir dari pengorbanan dan keberpihakan pada rakyat, bukan dari kemegahan fasilitas.
Safa mengajarkan keikhlasan.
Marwah mengajarkan kehormatan.
Dan kehormatan itu dibangun lewat kerja nyata, bukan simbol semata.
Karena marwah bukan soal apa yang kita pakai. Tapi soal siapa yang kita bela.
Pagedangan, 1 Maret 2026.




Recent Comments