Anggota DPR RI, Dr.H.Irwan S.IP,.MP dalam rangkaian resesnya ke Kalimantan Timur, meninjanjau program percepatan tata guna air (P3T-GAI) tahun anggaran 2020, dibawah Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, pada sabtu 25 Juli 2020 di dusun Tanah Datar, Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur.
Anggota Komisi V DPR RI, dari Fraksi Partai Demokrat itu, juga menyambangi Desa Sangkima dan Desa Sangkima dalam. Di dua desa yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Sangatta Selatan itu, memiliki potensi lahan sawah seluas 2500 Hektar.
“Ada potensi 2.500 Ha sawah di Desa Sangkima dan Singkama Dalam tetapi ironisnya tidak ada bendung dan irigasi sebagai pengatur sumber air untuk dialirkan air ke sawah-sawah para petani,” Tutur Irwan, yang didampingi oleh kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III,Harya Muldiabto.
“Ironisnya, ini dibiarkan bertahun tahun dan bahkan tiga tahun terakhir petani sudah meninggalkan sawahnya, karena sawah tidak berarair,” Kata Irwan
Lebih lanjut Irwan menyatakan “Hal ini, tidak boleh dibiarkan, walau Desa Teluk Singkima dan Desa Sangkima masuk dalam wilayah sungai Sangatta yang menjadi kewenangan kabupaten Kutai Timur dan Provinsi Kalimantan Timur, hal ini harus dituntaskan”.
Kepala Desa Teluk Singkama, Anshori menjelaskan bahwa di desanya terdapat 1.300 hektar, sawah yang saat ini, tidak dapat ditanami padi diakibatkan oleh tidak berfungsinya bendung yang ada.
Anshori menjelaskan jika di Desa Teluk Singkama bendungannya berfungsi dengan baik, maka sawah yang ada di desanya dan Desa Sangkima yang luasnya 2.500 hektar akan kembali digarap oleh masyarakat.
“Jika 2.500 hektar sawah itu produktif kembali, maka sejarah Desa Teluk Singkama dan Desa Sangkima akan mengembalikan sejarah desa itu, sebagai daerah pemasok lumbung pangan untuk wilayah Kutim dan Bontang serta Kaltim pada umumnya” tutur Anshori.
Menanggapi keingin masyarakat Desa Sangkima dan Desa Teluk Singkama DR.H.Irwan,S.IP,.MP, memastikan untuk mengawal potensi lahan sawah di dua desa tersebut, sehingga petani kembali ke sawah,agar petani sejahtera,dan Kutai Timur menjadi salah satu lumbung padi di Propinsi Kalimantan Timur.
Sumber, Mediakutim