๐ˆ๐๐ˆ ๐๐”๐Š๐€๐ ๐๐„๐๐‚๐€๐๐€ ๐€๐‹๐€๐Œ. ๐ˆ๐๐ˆ ๐Š๐„๐๐”๐“๐”๐’๐€๐ ๐๐ˆ๐’๐๐ˆ๐’.

Sobat BHI,
๐‘๐ฉ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ‘ ๐“๐ซ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ง kerugian ๐Š๐š๐ซ๐ก๐ฎ๐ญ๐ฅ๐š tahun ini bukan sekadar takdir โ€” tapi hasil dari pilihan ekonomi yang kita ambil.

Sejak 1995, kita menggali >๐Ÿ’.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐ค๐ฆ kanal di Kalimantan untuk proyek sawah yang gagal, hingga memicu kebakaran hebat 1997. Tiga dekade kemudian, pola serupa terulang di Sumatera.

Hasilnya? Sebagian pihak menikmati hasil ekonomi, sementara masyarakat luas menanggung dampaknya: ๐‘๐ฉ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ‘ ๐“๐ซ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ง kerugian ekonomi dan >๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ‘.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ orang terkena ๐ˆ๐’๐๐€ akibat asap.

Keuntungan bersifat privat, namun dampaknya dirasakan bersama. Generasi hari ini menghirup racun, generasi mendatang mewarisi lahan yang rusak.
Konservasi gambut bukan anti-pembangunan โ€” ini pilihan ekonomi yang rasional.

Aksi nyata kita:
* Pilih produk pangan lestari dan bersertifikat
* Laporkan titik api ke BNPB/Manggala Agni setempat
* Dukung kampanye restorasi gambut
* Jadi relawan bantu padamkan

Menurutmu, bagaimana cara terbaik agar pembangunan tidak membebankan dampaknya ke masyarakat? Silahkan, berbagi pendapat Sobat di kolom komentar ya ๐Ÿ‘‡.

Salaam, BHI

#ส™สœษช #ษชส€แดกแด€ษดา“แด‡แด„สœแด #ส™แด€ษดษขสœแด€แดŠษชษชส€แดกแด€ษด