Halo, Sobat Muda BHI.
PBB menetapkan 15 Juli sebagai Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, momentum untuk menyoroti pentingnya membekali anak muda dengan keterampilan yang relevan bagi dunia kerja. Tema tahun ini, “Keterampilan untuk Masa Depan Bersama”, sejalan dengan temuan riset Reuters Institute for the Study of Journalism, Oxford (Maret 2026) yang mengungkap pergeseran mendasar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi — sebuah literasi baru yang kini wajib dikuasai generasi muda.
Dari mencari berita, menjadi “ditemukan” berita. Dalam satu dekade terakhir, media sosial menjadi sumber utama berita bagi 39% anak muda usia 18–24 tahun. Mereka tak lagi aktif mencari berita, melainkan berita “menemukan” mereka lewat linimasa — fenomena konsumsi berita insidental. Pergeseran ini menandai transisi dari generasi Online First menjadi Social First Generation.
Pergeseran kepercayaan dari institusi ke individu. Riset Reuters menemukan 51% anak muda lebih memercayai kreator individu dibanding media arus utama. Tren baru lain yang mulai menguat adalah penggunaan chatbot AI sebagai sumber berita.
Video pendek jadi bahasa utama. Sebanyak 73% anak muda rutin menonton video berita pendek tiap minggu, jauh lebih tinggi dari kelompok usia lebih tua (60%). Tren ini mendorong media besar seperti NYT dan CNN memproduksi konten vertikal bergaya TikTok dan Reels.
Tantangan bagi media. Agar tetap “terlihat” oleh Social First Generation, media dituntut berbicara dalam “bahasa” yang sama — mulai dari format, platform, hingga kata kunci yang benar-benar dicari anak muda hari ini.
Salaam, BHI.