Dua hari kunjungan di pulau Bintan sangat-sangat memberi banyak pelajaran dan pengalaman bagaimana menyulap pulau jarang penghuni kemudian tumbuh cepat menjadi tiga daerah terbanyak dikunjungi wisatawan di Indonesia. Kemarin saya ngobrol banyak dengan Plt Gubernur Kepulauan Riau bapak Isdianto dan juga pak Anshar anggota Komisi V DPR RI dapil Kepri yang juga mantan Bupati Bintan.

Pulau ini benar-benar menggeliat dan sangat disupport pemerintah pusat dan diminati para pelaku usaha. Jembatan yang menghubungkan Batam dan Bintan telah direncanakan. Dengan panjang 7 Km dan melewati laut tentu menjadi aset wisata disamping mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bintan.

Bandara Internasional dengan runway 3. 600 meter juga telah mulai dibangun untuk mendukung Bintan sebagai kawasan Industri dan Pariwisata Nasional. Masih banyak project strategis nasional yang masuk ke Bintan termasuk waduk nan luas untuk cover kebutuhan air di Kepri.

Banyak faktor yang mempercepat pembangunan di daerah ini tetapi salah satu kunci utama yang saya lihat adalah komunikasi dan koordinasi yang intensif dan baik dengan pemerintah pusat. Bupati bersama Gubernur benar-benar memaksimalkan pembangunan infrastruktur mereka melalui pola pendanaan APBN serta kerja sama swasta.

Lalu kita Kaltim dengan kontribusi PDRB 630 trilyun tiap tahunnya mengapa harus minder dan pasif menuntut pembangunan dengan APBN di pusat? Bukan hanya minder dan pasif bahkan diundang pun koordinasi dengan kementerian dan DPR RI enggan hadir apalagi koordinasi ke pusat? Apakah sudah terlena dengan APBD yang besar itu?? Bukankah APBD sebaiknya kita fokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan sumber data manusianya?

Hakikat manusia tentunya adalah terus belajar dan belajar begitupun kepemimpinan. Mari kita pejabat dan pemimpin di Kaltim terus jaga optimisme semangat dan kemauan yang keras untuk terus belajar dari manapun untuk menghadirkan pelayanan yang baik dan cepat bagi rakyat karena sejatinya merekalah pemilik kedaulatan di daerah dan negeri ini.

Bintan, 13-12-2019
IR-1