Bukan sekedar tren, tapi kebutuhan zaman, saatnya peduli kita leih peduli
Rapuhnya kesehatan mental generasi muda Indonesia menjadi alarm untuk kita lebih peduli dan perhatikan.
Istila seperti burnout, overthinking dan healing, kini menjadi istilah yang sering mereka hadapi.
Kesehatan mental jadi isu besar bagi anak-anak dimana terdapat 51 persen Gen Z yang merasa hal ini sangat krusial bagi mereka.
Dari sekitar 34, 9 persen punya masalah, hanya 2,6 persen yang mendapat bantuan profesional dikarenakan keterbatasan yang mereka miliki layanann masih terbatas, mahal jauh dan penuh stigma.
Karena itu banyak Gen Z memilih self diagnosis dari media sosial sebagai jalan pintas Gen Z masih butuh dukungan keluarga, namun mereka paling berani biecara soal tekanan hidup dan saling menguatkan di ruang digital (sosia media).
Dr.H. Irwan sangat mengharapkan semua pihak dalam menciptakan obrolan aman, layanan konseling dan edukasi kesehatan mental untuk khususnya generasi muda dan remaja Indonesia.
“Satu sapaan tulus, kamu baik-baik saja bisa menjadi pembuka jeratan beban atau bahkan jembatan penyelamat,” Kata Dr. H. Irwan.
Luangkan waktu melihat sekitar. Ada yang tampak menarik diri lebih sensitif atau kehilangan semangat.
Peduli pada orang terdekat dimulai dari mendengar dan memberi ruang aman. Dengan dukungan keluarga dan komunitas kesehatan mental menjadi upaya bersama menuju generasi Indonesia yang kuat.
Generasi tangguh bukan berarti tidak pernah terluka, tapi tahu cara mencari dukungan. Untuk masa depan Indonesia, kesehatan mental perlu di prioritaskan sejak kini.
Untuk remaja kalian tidak sendiri. Mencari bantuan itu sebuah langkah berani.
Ceritalah pada orang yang dipercaya dan untuk kita semua. Marilah kita menjadi ruang aman bagi yang mereka butuh di dengar




Recent Comments